Selasa, 06 Juli 2021

Cek Manfaat, Dosis, dan Efek Samping Antasida Hanya di SehatQ

Berlebihannya jumlah asam lambung merupakan pemicu dari gejala seperti rasa nyeri di ulu hati, sensasi terbakar di dada, mual, serta kesulitan untuk menelan. Salah satu obat yang menjadi andalan untuk mengatasi asam lambung berlebihan ini adalah Antasida. Simak berikut ini manfaat dari obat tersebut, berikut dengan dosis, dan efek samping yang bisa ditimbulkannya.

Cek Manfaat, Dosis, dan Efek Samping Antasida Hanya di SehatQ

Manfaat Antasida

Dalam dunia kesehatan, antasida memang secara umum digunakan untuk mengobati kondisi asam lambung berlebihan dan nyeri terbakar pada dada. Obat ini sendiri tersedia dalam bentuk cairan dan tablet, di mana Anda bisa membelinya secara bebas di apotek. Lalu, apa saja kondisi yang bisa diatasi dengan mengonsumsi obat ini?

1.      Refluks Asam atau Asam Lambung

Bagi penderita refluks asam atau asam lambung, pengonsumsian obat ini akan sangat membantu dalam meredakan gejalanya. Asam lambung sendiri umumnya menimbulkan gejala seperti munculnya rasa pahit di mulut, sakit saat berbaring, regurgitasi, batuk kering yang berkelanjutan, serta kesulitan saat menelan.

2.      Gangguan Pencernaan

Perut kembung merupakan salah satu gejala yang kerap timbul saat seseorang mengalami gangguan pencernaan. Kondisi perut yang kembung tentu saja menimbulkan rasa tak nyaman penderitanya, apalagi jika harus beraktivitas seperti biasa. Pengonsumsian obat ini akan bisa membantu meredakan gejala gangguan pencernaan berupa perut kembung tersebut. 

3.      Sensasi Terbakar pada Dada

Munculnya sensasi terbakar pada dada juga merupakan salah kondisi yang disebabkan karena berlebihannya kadar asam lambung. Dalam dunia medis, sensasi terbakar di bagian dada ini disebut juga dengan istilah heartburn. Pengonsumsian antasida akan bisa membantu meredakan sensasi tak nyaman yang muncul tersebut.

Cara Kerja Antasida

Sebelum mengonsumsi obat ini, baiknya Anda ketahui dulu cara kerjanya di dalam tubuh. Umumnya, ada 2 tipe obat ini yang tersedia. Tipe pertama memiliki komposisi berupa kalsium karbonat, sodium bikarbonat, dan aluminium hidroksida. Tipe satu ini bisa menetralisasi asam lambung, jadinya tak menimbulkan sensasi terbakar. Namun, tipe ini tak bisa mengurangi jumlah asamnya.

Selanjutnya, tipe yang kedua menggunakan Antagonis H2 dan obat PPI. Berbeda dengan tipe yang pertama, tipe kedua dari obat ini bekerja dengan cara mengurangi sekresi asam pada perut. Namun, dibandingkan dengan tipe yang pertama, tipe yang kedua ini butuh waktu lebih lama untuk bekerja. Umumnya, tipe kedua digunakan sebagai terapi pencegahan atas asam lambung kronis.

Dosis Pengonsumsian Antasida

Dosis pengonsumsian obat ini berbeda-beda, tergantung dengan kondisi orang yang mengonsumsinya. Jika Anda memperoleh obat ini berdasarkan resep dokter, ikuti aturan dari resep dokter tersebut. Anda juga bisa mengikuti aturan pemakaian atau pengonsumsian yang tertera pada kemasan obat ini, jika membelinya di apotek terdekat.

Efek Samping Antasida

Umumnya, pengonsumsian obat ini tak menimbulkan efek samping berlebihan, jika pengonsumsiannya sesuai aturan yang direkomendasikan. Ada pun efek samping yang muncul setelah pengonsumsian obat ini, akan bisa sembuh dan hilang dengan sendirinya. Berikut adalah efek samping yang berisiko muncul ketika mengonsumsi obat ini.

1.      Diare

2.      Keram perut

3.      Muntah

4.      Konstipasi

5.      Mual

Gejala seperti nyeri di ulu hati atau sensasi terbakar pada dada, kerap kali dirasakan saat naiknya asam lambung. Salah satu cara meredakan kondisi tersebut adalah dengan mengonsumsi obat antasida. Obat ini bisa diperoleh via SehatQ, yang mana pemesanannya bisa Anda lakukan kapan dan di mana saja. Pengantarannya cepat dan gejala naiknya asam lambung pun juga akan bisa mereda.

Share: